|
Pada pertengahan tahun 1995, sekelompok kecil orangtua yang tinggal di Bali berkumpul secara informal dan mendiskusikan masa depan pendidikan anak-anak mereka. Minggu-minggu berikutnya, diskusi tersebut semakin meluas dan mereka mulai menjadwalkan pertemuan-pertemuan lain secara teratur dan saling bertukar pikiran. Apa yang telah mendorong para orangtua tersebut untuk bersama-sama mendirikan Yayasan Dyatmika Sekar Bawana adalah apa yang juga telah mendorong mereka untuk tetap bersama-sama pada hari ini. Merupakan suatu kerinduan alamiah bagi semua orangtua untuk menyediakan apa yang terbaik bagi anak-anak mereka.
|
Hanya berbekal komitmen dan akal sehat, para anggota dewan pembina sekolah sejak awal menghadapi tantangan yang besar. Masih belum ada lokasi sekolah, gedung, guru, peraturan sekolah dan hanya ada sedikit sekali dukungan dari masyarakat. Bahkan tidak ada seorangpun diantara anggota dewan yang memiliki pelatihan di bidang pendidikan; selain itu, dana sangat terbatas, hanya sebatas sumbangan kecil yang dibawa para orangtua ke setiap pertemuan mingguan mereka. Setelah beberapa bulan terbuang dengan sia-sia menunggu bantuan dana dan sumbangan, akhirnya mereka memutuskan untuk mendirikan sekolah tersebut terlebih dahulu. Pada bulan Desember 1995, Sekolah Dyatmika dimulai sebagai usaha bersama yang didanai oleh para orangtua. |
|
|
Setelah pencarian lokasi yang lama, konstruksi pembangunan sekolah dimulai pada bulan Maret 1996, dan pada bulan Agustus tahun yang sama sekolah membuka kelas 1 sampai kelas 4 SD dengan 23 anak, 5 guru dan 4 staf pendukung. Pada awalnya, pendaftaran sekolah pada tahun 1997 meningkat menjadi 37 siswa di kelas 1-5 SD, walaupun angka ini dengan cepat meningkat menjadi 58. Sebelum tahun ajaran ketiga pada tahun 1998-1999, sekolah berkembang menjadi 93 siswa di kelas 1-6 dan mempekerjakan 27 guru penuh dan paruh waktu dan staf lainnya. Saat ini di tahun yang ke-13 Dyatmika memiliki 315 siswa di dalam program kelompok bermain sampai kelas 12.
Bukan hanya melalui usaha para pendiri saja sekolah dapat berkembang. Sebuah asosiasi orangtua yang aktif dan penuh komitmen terbentuk pada tahun ajaran sekolah yang pertama dan telah menyumbang begitu banyak bagi kemajuan sekolah. Acara-acara penggalian dana yang besar juga telah dirancang dan diselenggarakan oleh PTFA - asosiasi orangtua, guru dan teman-teman.
|