• print this page
  • send this page
  • add favorites

Berita Agustus 2012
Demam berdarah tidak terlalu mewabah saat ini karena kita tengah berada di musim kemarau. Namun demikian, jika anda pindah ke Bali amatlah bijaksana untuk anda membaca artikel yang sangat informatif di bawah ini, yang diambil langsung dari Bali Advertiser dan ditulis oleh seorang perawat, Kim Patra.

-------------------------------------------------------------------------------- 

DEMAM BERDARAH….Sekali lagi
Silakan angkat tangan bagi Anda yang tidak mengenal seseorang yang baru-baru ini terkena demam berdarah! Musim hujan tiba terlambat pada tahun ini. Musim hujan yang biasanya tiba pada sekitar bulan Desember sampai Maret baru saja tiba pada bulan April. Musim telah berubah, namun beberapa hal masih tetap sama, seperti penyakit yang biasanya dibawa oleh musim hujan.

Penyakit-penyakit yang umum biasanya berhubungan dengan makhluk-makhluk hidup yang berkembang subur dalam situasi basah--salah satunya adalah nyamuk yang membawa penyakit demam berdarah.

Kita tidak pernah boleh terlena dengan penyakit demam berdarah ini. Sering sekali saya mendengar orang berbicara, termasuk dokter sekalipun, “Oh, tidak apa-apa. Anda akan merasa tidak enak badan dan platelet Anda (faktor pembeku darah) akan turun, namun pada hari ke 5 atau 6 hal tersebut akan naik lagi, selalu begitu.”

SALAH! Pada kebanyakan orang mungkin hal ini bisa terjadi, namun ada cukup banyak kasus di mana hitungan platelet justru terus menurun dan membuat pasien berada dalam kondisi kritis. Tidak seperti penyakit lain yang lebih banyak ditemui di antara kelompok soial ekonomi yang lebih rendah, demam berdarah tidak mengenal status dan umum ditemui di rumah-rumah elit kelas villa maupun di desa/kampung.

Apakah Demam Berdarah Itu?
Demam berdarah merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh virus, yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti (Harimau). Demam berdarah memiliki 2 bentuk, yaitu Demam Berdarah (DF) dan Demam Berdarah Pendarahan/Hemorrhagic (DHF) yang lebih parah.

Demam berdarah adalah penyakit seperti flu parah yang menyebabkan demam, sakit kepala dan rasa sakit pada tulang. DHF merupakan bentuk penyakit tersebut yang lebih parah, yang menyebabkan pendarahan dan syok. Pada kasus-kasus yang parah penyakit tersebut dapat berakibat fatal, terutama pada anak-anak.

Bagaimana Penampilan Penyakit Demam Berdarah?
Gejala penyakit demam berdarah dapat bervariasi berdasarkan usia dan kondisi pasien. Jika Anda atau anak Anda memiliki salah satu gejala di bawah ini, segeralah menemui dokter untuk segera mengkonfirmasikan diagnosanya.

Demam Berdarah:
• Demam tinggi yang tiba-tiba (>39°C atau 102°F).
• Sakit kepala
• Rasa sakit di belakang mata. Rasa sakit pada otot dan sendi.
• Kemerahan pada kulit.
• Kehilangan nafsu makan. Mual/muntah.   

DB Perdarahan:
• Semua atau salah satu gejala di atas.
• Rasa sakit parah pada perut.
• Kulit yang pucat, dingin, atau bersisik.
• Pendarahan dari hidung, mulut, atau gusi. Memar atau perubahan warna di bawah kulit.
• Muntah, dengan atau tanpa darah. (N.B. Darah yang dimuntahkan dapat berwarna merah atau coklat tua/hitam).
• Darah yang diserap/diproses (black stools).
• Perubahan pada tingkat kesadaran (Mengantuk, pingsan).
• Gelisah--tangis yang sulit dihentikan pada anak-anak / bayi.
• Rasa haus yang besar. Nadi yang cepat dan lemah.
• Kesulitan bernapas.

ORANG YANG MENUNJUKKAN SALAH SATU GEJALA DI ATAS HARUS SEGERA MENCARI PERTOLONGAN MEDIS.

(Bagi informasi lengkap tentang DB, DB Perdarahan, dan pengendalian nyamuk, harap membaca artikel-artikel sebelumnya tentang demam berdarah di website BA, karena beberapa artikel telah dipublikasikan sehubungan dengan penyakit demam berdarah pada beberapa tahun terakhir).

Kemungkinan Apa Lagi yang Tersedia?
Karena gejala DB sangat mirip dengan demam lainnya, kadang-kadang sulit untuk memperoleh diagnosa yang pasti. Penyakit lainnya dengan gejala yang sangat mirip adalah demam tipus, malaria (lebih umum di bagian Timur Indonesia daripada di Bali), chikungunya atau bahkan hanya flu yang berat.

Apa yang Dapat Anda Lakukan Mengenainya?
Tidak ada perawatan kuratif/yang dapat menyembuhkan penyakit demam berdarah kecuali merawat gejala-gejala yang timbul dengan mengurangi demam yang ada dan memberikan cairan dan elektrolit tambahan bagi dehidrasi. Transfusi darah mungkin perlu dilakukan jika si pasien mengalami hemoragik (pendarahan).

Banyak orang mencari pengobatan tradisional untuk pencegahan atau bantuan  perawatan penyakit demam berdarah. Baru-baru ini saya menerima sebuah email (yang saya yakin anda terima juga) tentang penggunaan pepaya bagi demam berdarah. Setelah meneliti informasi ini lebih lanjut, berikut ini adalah apa yang saya temukan.
(Harap dicatat bahwa penyembuhan ini bukan merupakan pengganti dari diagnosa dan perawatan medis. Jumlah platelet pada penderita demam berdarah harus senantiasa dimonitor).

JUS DAUN PEPAYA
Jus daun pepaya dikatakan dapat meningkatkan jumlah platelet bagi penderita demam berdarah. Farmakologi yang tepat mengenai bagaimana hal ini bekerja belum jelas, namun jus ini pantas untuk dicoba.
Jus ini sangat pahit, namun Anda dapat menambahkan gula atau madu sesuai keinginan. Pasien demam berdarah harus diberikan segelas jus ini 1x sehari.

Bahan-bahan:
• 2 lbr daun pepaya
• Sirup gula atau madu
• Air (setengah cangkir)


Cara Mempersiapkan Jus:
• Bersihkan daun pepaya, ambillah hanya bagian daunnya dan buanglah batangnya.
• Tumbuk daun tersebut dan peraslah jusnya dengan menggunakan saringan, sebaiknya yang terbuat dari kain berserat halus. Jangan kecewa karena Anda hanya akan dapat memperoleh kira-kira 1 sendok makan jus dari 2 lembar daun tersebut.
• Campurkan jus, air dan sirup gula/madu ke dalam gelas dan aduklah
• Harap dicatat bahwa jus tidak boleh direbus, dibilas atau dimasak dengan menggunakan air panas karena jus akan kehilangan seluruh manfaat medisnya.

Jambu merah
Kandungan vitamin C dalam buah ini 5x lipat lebih banyak daripada jeruk. Tidak hanya buahnya saja; daun jambu merah dikatakan sangat berguna untuk mencegah penyakit demam berdarah.
Hasil uji penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, menyebutkan bahwa ekstrak daun jambu merah dapat menghalangi/menghentikan virus demam berdarah. Studi menunjukkan bahwa jambu merah juga mampu meningkatkan jumlah platelet sampai 100.000 platelet per milimeter kubik tanpa efek sampingan. Hasil uji coba ini akan dilaporkan kepada WHO (World Health Organization) bagi percobaan klinis lebih lanjut. Apabila hasilnya positif, terdapat kemungkinan bahwa ekstrak daun jambu merah akan digunakan bagi perawatan demam berdarah.

Cara Menggunakan:
Ambillah 3 atau 4 buah jambu merah dan buatlah menjadi jus (dengan juicer). Minumlah jus tersebut setiap hari sampai gejalanya berkurang. Jus jambu merah kemasan telah kehilangan kira-kira 25% kandungan vitamin C-nya sehubungan dengan pemrosesannya, namun masih baik untuk diminum jika Anda menemui kesulitan dalam membuat jus buah jambu merah yang segar.

Saya tidak dapat menemukan data yang menyebutkan bahwa pengobatan-pengobatan ini telah teruji secara klinis. Paling tidak, Anda telah memberikan pasien minuman yang penuh nutrisi, vitamin dan mineral yang baik untuk menolong mereka. Pemberian minuman tersebut membantu dalam pencegahan maupun pemulihan penyakit ini, dan tidak akan ada efek sampingnya bagi si penderita.

Saya tidak memiliki kualifikasi dalam pengobatan alamiah; saya hanya suka memikirkannya saja. Dr Tjok Gde Kerthayasa BhSc Homeopati adalah seseorang yang dapat memberikan Anda banyak sekali informasi mengenai pengobatan/terapi demam berdarah alamiah. Alamat email beliau adalah tjokmahatma@hotmail.com
 

Kim Patra adalah seorang perawat dan bidan berkualifikasi dan terdaftar yang telah tinggal dan bekerja di Bali selama hampir 20 tahun. Saat ini beliau memiliki praktek pribadinya sendiri dan layanan rujukan medis dari kantornya di Kuta. Kim akan senang mendiskusikan masalah kesehatan apapun dengan Anda, dan beliau dapat dihubungi melalui alamat e-mail info@chcbali.com atau HP. 081 2366 0000. 

Copyright © 2010 Kim Patra
Anda dapat membaca semua artikel
”Paradise...in Sickness & in Health” yang lampau di www.BaliAdvertiser.biz

 

--------------------------------------------------------------------------------


JUGA:
Salah satu orangtua siswa menginformasikan bahwa tanaman lokal Lili Gundi merupakan sarana pencegahan yang baik bagi penyakit demam berdarah. Jika Anda menanamnya di sekitar rumah anda, hal ini akan membuat nyamuk malas mendekat. Tanaman Lili Gundi ini tumbuh di banyak tempat di Bali, serta mudah ditemukan dan ditanam.

Orangtua lainnya juga menginformasikan bahwa lampu UV dapat membunuh nyamuk, dan semprotan alamiah beraroma Neem, Lemon dan/atau Kayu Putih/Lemon Grass merupakan sarana anti-nyamuk yang jauh lebih aman daripada semprotan insektisida yang dijual di kebanyakan toko, yang juga lebih aman daripada bahan kimia fumigasi yang biasanya dipergunakan. Semprotan alamiah dengan bahan dasar zat-zat tersebut telah dipergunakan di sekolah setiap minggu agar nyamuk terusir dari sekolah.

upcoming events