|
Diperbarui tanggal 10 Desember 2009
Rabies masih ditemukan di Bali. Saran di bawah ini dan aturan serta prosedur sekolah, dalam kaitannya dengan perlindungan diri terhadap bahaya Rabies, masih tetap berlaku.
Diperbarui tanggal 16 Juni 2009
Kita perlu berhati-hati terhadap rabies, yang terdapat di daerah selatan Bali, Jimbaran, Nusa Dua dan Kuta. Tetaplah waspada dan beritahu anak Anda bahwa jika mereka mendapatkan luka gores atau gigitan dari anjing atau kucing (atau dari mamalia lain seperti kelelawar dan tikus yang terinfeksi), mereka harus segera memberitahukan hal tersebut kepada Anda atau seorang dewasa lainnya. Korban rabies dapat sembuh jika luka tersebut segera ditindaklanjuti secepatnya. Begitu gejala rabies mulai tampak, rabies menjadi jauh lebih sulit diobati dan dapat berakibat fatal. Gejala rabies semacam ini dapat timbul setelah 6 atau 8 bulan setelahnya, dan pada saat itu sudah terlambat untuk mengobatinya.
Kim Patra menulis artikel yang bagus tentang Rabies di kolom Bali Advertiser, yang dapat Anda temukan di website Bali Advertiser http://www.baliadvertiser.biz/articles/paradise/2008.htm jika menginginkan informasi lebih lanjut.
Klinik SOS, BIMC, Kim Patra dan Dr. Ristie memiliki vaksin bagi pencegahan dan pengobatan virus rabies ini. Lebih baik menelpon mereka sebelumnya agar yakin bahwa mereka memiliki stok vaksin tersebut.
Pihak banjar setempat telah menangani anjing-anjing piaraan berkenaan dengan Rabies dan anjing-anjing tersebut harus dipasangi kalung pengenal. Anjing-anjing liar sedang dibasmi. Para satpam telah berada pada tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi untuk menjaga jika masih ada anjing-anjing liar supaya tidak masuk ke lingkungan sekolah. Para satpam juga berjaga-jaga ketika murid-murid berada di lapangan dan arena bermain sekolah.
Katharine (Katie) Jones,
Direktur
Sekolah Dyatmika
|