|
Selamat datang di halaman alumni kami!
Hari Kamis malam, 3 Mei 2007 adalah kelahiran asosiasi alumni kami, seiring dengan berlangsungnya perayaan ulang tahun Sekolah Dyatmika yang ke-10.
Semua murid yang pernah bersekolah di Sekolah Dyatmika secara otomatis menjadi alumnus. Jadi, jika Anda pernah menjadi murid di sini, kami akan sangat senang mendengar kabar dari Anda.
Di mana Anda sekarang? Apa yang Anda lakukan saat ini?
Hubungi kami di alumni@dyatmika.org
Kemana sajakah alumni kami melanjutkan pendidikan?
Berikut ini adalah sebagian kisah dari beberapa alumni:
Lulusan baru Dyatmika, Lawrence Alexander
Januar baru saja mengirimkan e-mail ke
alumni.
“Saat ini saya berada di asrama Universitas San
Fransisco. Dari hasil pembicaraan saya dengan
para penguji dan setelah memperlihatkan hasil
dari A Level , saya langsung mendapatkan 20
kredit dan 30 kredit lagi akan menyusul segera
setelah mereka melakukan verifikasi sertifikat
tersebut pada bulan September. Saya dianggap
telah melampaui kredit untuk 1,5 tahun
perkuliahan, yang berarti setara dengan
mahasiswa tahun pertama. Saya sudah tidak
sabar untuk menyelesaikan perkuliahan saya
dalam waktu 2,5 tahun!”
Sungguh sebuah kabar yang menggembirakan…
Selamat Law
Sebuah universitas yang berlokasi di
kota Jababeka, Bekasi, yang dikelola
dengan standar internasional
dengan mahasiswa/i 70 % dari
Indonesia dan 30 % dari negaranegara
luar. Universitas itu bernama “President University” yang
menggunakan kurikulum berstandar
internasional sebagai sumber bahan
perkuliahan dengan bahasa Inggris
sebagai media perkuliahan untuk
semua mata kuliah. Universitas
tersebut menyediakan beasiswa
bagi mahasiswanya.
Beasiswa itu terbagi menjadi 5
kategori dari beasiswa penuh
(paling besar) sampai kepada yang
terkecil. Pada tahun perkuliahan
2008/2009, Universitas itu juga
mengucurkan beasiswa. Calon
mahasiswa yang beruntung
mendapat beasiswa penuh dari Indonesia antara lain,
5 orang dari Jakarta, 1 orang dari Medan, 1 orang dari
Padang dan 2 orang dari Bali.
Salah seorang calon mahasiswa yang mendapatkan
beasiswa tersebut adalah Ade Tifany Fadjar dari SMA
Dyatmika kelas XII. Tifany panggilan akrabnya adalah
siswi yang tekun, rajin dan ulet dalam belajar dan
menonjol dalam kelas secara akademis. Ia
memperoleh beasiswa penuh (Rp 300.000.000,-) dari
awal sampai akhir perkuliahan dari Universitas
tersebut. Nominal beasiswa yang terkecil diterima oleh
mahasiswa itu adalah Rp 120.000.000. Tifany juga
sudah menempuh ujian nasional (UN) yang
diselenggarakan pada tanggal 22 s.d 24 April 2008
dan ujian sekolah (US) dan ia juga saat ini tengah
duduk di kelas ujian International Cambridge
Certificate untuk Advanced Level. Baik ujian praktek
maupun ujian tulis. Walaupun belum menerima
pengumuman kelulusan ujian itu, Tifany sudah bisa
diterima dengan beasiswa penuh di President
University melalui test penempatan yang diadakan di
Sanur Bali Beach Hotel pada tanggal 10 Mei 2008
yang baru lalu dengan 2 mata pelajaran yang ditest
yaitu Matematika dan Bahasa Inggris. Fakultas yang
dipilih oleh Tifany adalah Fakultas Ekonomi jurusan
Management dengan International Business
Management sebagai inti jurusan selain Marketing,
Banking and Finance, Hotel and Tourism serta Human
Resources. Terima kasih kepada guru
bimbingan konselor di SMP/SMA Ibu
Ivy yang telah mendorong Tifany
untuk mengikuti beasiswa ini.
Dengan diterimanya siswa SMA
Dyatmika di President University
dengan beasiswa penuh sudah
menunjukkan bahwa kualifikasi
pembelajaran yang
diselenggarakan di SMA
Dyatmika sudah menjangkau
standar yang dituju.
Tanpa bobot yang tinggi
rasanya sulit bagi siswa untuk
merebut kursi mahasiswa
dengan beasiswa seperti yang
diuraikan di atas. SELAMAT
BUAT ADE TIFANY FADJAR.
Selamat kepada Molly
Browne siswi yang baru
saja lulus dari Sekolah
Lanjutan Atas Dyatmika.
Molly diterima di salah
satu Sekolah Tinggi di
London yaitu London College
of Communication
dalam bidang Desain
Grafis. Molly mengikuti
IGCSE Cambridge dan
AS/A Level dan Molly mendapatkan nilai A di
Cambridge A level Seni dan Desain ini tentunya
membantu untuk Molly mendapatkan tempat di
Sekolah Tinggi ini. Molly memiliki potensi besar
untuk menjadi Seniwati yang sukses di masa yang
akan datang.
Vina (lulusan 2005) saat ini sedang belajar
di International Business in Haarleem,
Netherlands. Ia teringat akan kecintaan pada
lingkungan sekolah dan berkata bahwa “hal tersebut
memberikan dirinya kesempatan untuk memahami
alam”. Ia ingat, bersama Pak Candra menghabiskan
waktu berjam-jam untuk mengerjakan proyek Business Studies, dengan menggunakan metodologi
yang sama, ia merasa senang mendapatkan nilai A
sebagai penghargaan tertinggi di proyek penelitian
universitas.
Bulan (2006) juga sedang belajar di Holland -
Niuewegen, Utrecht, dibidang komunikasi. Ia
menyampaikan bahwa ia menerapkan ketrampilan
yang ia dapatkan dalam Ekonomi di Dyatmika, ia
memotivasi kelompoknya untuk meraih nilai A untuk
proyek kelas mereka. Ia juga menyampaikan bahwa
Dyatmika membantunya mengembangkan
talentanya sebagai penulis dan karena hubungan
baiknya dengan para karyawan Dyatmika, ia merasa
lebih percaya diri dibandingkan teman sekelasnya
yang lain ‘yang merasa takut untuk berdiri dan
mempresentasikan atau menulis laporan untuk
proyek’. Ia juga mengatakan bahwa Dyatmika
membantunya menjadi siswa yang serba bisa karena
ia aktif di OSIS, Yearbook dan mengikuti kurikulum
pelajaran nasional dan internasional.
Gupa (2005) saat ini kuliah di Glion Institute of
Higher Education di Montreax, Switzerland, dimana
tempat ini merupakan salah satu dari tiga institute
terkenal di dunia.
Bima dan Yanuar (2005) belajar di
Universitas Kristen Petra, salah satu universitas
Kristen yang terkenal di Jawa.
Helen, Bita (2005)
dan Steven (2006) belajar di Universitas Pelita
Harapan, kampus pertama di Indonesia yang
mengembangkan standar kurikulum internasional.
Lulusan kelas 12 yang
baru, Erik (the Prom
King), yang baru-baru
ini mengikuti Ujian
Nasional SMA, dengan
meraih hasil yang
memuaskan, telah
diterima di Universitas
Parahyangan, Jawa Barat (salah
satu universitas swasta
terfavorit) di Fakultas Ekonomi.
Bagus, Erik!
Kami juga bangga mendengar
bahwa Bella Amanda Khrisna yang juga lulus tahun ini dari
program Cambridge
International, juga dengan hasil
yang memuaskan,
telah diterima di
Raffles Design
Institute,
Singapura untuk
mempelajari
Desain Interior.
Selamat Bella!
|